Cari Penerbangan Cari Paket Liburan Cari Hotel Cari Layanan Mobil Pribadi Cari Aktivitas
Cari Penerbangan Cari Paket Liburan Cari Hotel Cari Layanan Mobil Pribadi Cari Aktivitas
GIFU
|
WARISAN DUNIA UNESCO

Desa-Desa Tersembunyi di Jepang: Menjelajahi Shirakawa-go dan Gokayama

Temukan kekayaan budaya kuno Shirakawa-go dan Gokayama. Pesan perjalanan Anda bersama JAL untuk menikmati keindahan terbaik dari Situs Warisan Dunia UNESCO ini.
Desa-Desa Tersembunyi di Jepang: Menjelajahi Shirakawa-go dan Gokayama

Jelajahi desa-desa pegunungan Shirakawa-go dan Gokayama, yang terkenal dengan rumah tradisional bergaya gassho.

Terletak di kawasan terpencil Dataran Tinggi Hida, desa Shirakawa-go dan Gokayama menawarkan pesona arsitektur yang memikat. Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995, dua komunitas terpencil ini paling dikenal berkat arsitektur khas bergaya gassho. Dengan atap jerami curam yang khas, kawasan Jepang yang memikat ini menjadi satu-satunya tempat di mana pengunjung dapat menjumpai rumah-rumah pertanian tradisional yang menawan.

Terletak tinggi di pegunungan, wilayah ini relatif terisolasi dari sebagian besar Jepang hingga dekade 1950-an. Keterpisahan tersebut melahirkan gaya bangunan yang unik, selaras dengan lingkungan alam, serta memberikan gambaran tentang kehidupan dan perekonomian lokal.

Kini, Shirakawa-go dan Gokayama menawarkan kesempatan istimewa untuk menikmati konsep slow travel di Jepang. Dengan meninggalkan hiruk-pikuk kota, menjelajahi desa-desa tradisional ini menghadirkan perubahan ritme perjalanan yang menyegarkan. Rencanakan perjalanan Anda dan jelajahi destinasi istimewa yang melestarikan salah satu kekayaan warisan budaya Jepang yang paling berharga.

Pesona desa-desa tersembunyi di Jepang

Pesona desa-desa tersembunyi di Jepang

Terletak di lembah terpencil yang dikelilingi pegunungan, desa-desa tersembunyi di Jepang menghadirkan petualangan memikat yang membentang di Prefektur Gifu dan Toyama. Tersebar di tiga pemukiman utama – Ogimachi di Shirakawa-go serta Ainokura dan Suganuma di Gokayama – komunitas ini telah ada sejak abad ke-11 dan memiliki nilai sejarah yang sangat penting.

Salah satu aspek terpenting dari desa-desa tradisional ini adalah berkembangnya arsitektur autentik bergaya gassho. Juga dikenal sebagai rumah pertanian gassho-zukuri atau konstruksi 'tangan berdoa', gaya bangunan ini menggunakan atap jerami curam yang mampu menahan curah salju lebat di musim dingin, sekaligus memungkinkan salju meluncur turun dengan mudah saat mencair. 

Digambarkan sebagai salah satu bentuk arsitektur paling langka di Jepang, beberapa rumah pertanian gassho telah berusia lebih dari 400 tahun. Sementara itu, desain cerdas ini juga mencerminkan karakteristik ekonomi unik dari wilayah tersebut. Dengan beberapa ruang besar di dalamnya, setiap bagian interior rumah dimanfaatkan untuk menyimpan daun murbei serta membudidayakan ulat sutra – komoditas pertanian utama bagi masyarakat setempat. 

Dengan setiap desa tradisional ini terawat dengan sangat baik, pengunjung memperoleh kesempatan langka untuk merasakan kehidupan tradisional Jepang. Yang lebih istimewa, bukan hanya arsitekturnya yang tetap lestari hingga kini. Lanskap sekitarnya pun nyaris tidak berubah selama beberapa dekade, sehingga pengunjung tetap dapat menikmati kanal-kanal di sekitar Sho River serta hutan-hutan di sekitarnya tanpa kehilangan keasliannya.

Hingga dekade 1930-an, arsitektur bergaya gassho tetap menjadi ciri khas yang unik di Jepang, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai belahan dunia melalui karya arsitek ternama asal Jerman, Bruno Taut. Setelah diperkenalkan pada gaya desain ini selama masa tinggalnya di Jepang, Taut terinspirasi untuk membagikan serta mengeksplorasi lebih jauh metode konstruksi tersebut setibanya kembali di Eropa.

Seni menikmati slow travel di Shirakawa-go

Seni menikmati slow travel di Shirakawa-go

Perbedaan antara kehidupan perkotaan dan pedesaan di Jepang sangatlah kontras. Meskipun kota-kota seperti Tokyo dan Osaka merupakan destinasi yang luar biasa, tidak jarang pengunjung merasa terburu-buru di tengah pusat perbelanjaan yang luas serta jalan-jalan sempit yang dipenuhi restoran-restoran ramai. Namun, menerapkan filosofi slow travel justru terasa paling tepat saat menjelajahi pedesaan Jepang yang menawan. 

Alih-alih merasa perlu mengunjungi setiap destinasi ikonis, keputusan sadar untuk mengadopsi pola pikir slow travel memudahkan terciptanya koneksi yang lebih mendalam dengan alam dan sejarah setempat. Meski jumlah destinasi yang dikunjungi mungkin lebih sedikit, meluangkan lebih banyak waktu di setiap tempat akan membantu menciptakan pengalaman dan kenangan yang lebih bermakna. 

Konsep slow travel di Jepang juga sangat efektif untuk memperdalam pengalaman imersi budaya. Sebagai contoh, kuliner lokal dan tradisi setempat kerap berakar dari sejarah yang telah berlangsung selama berabad-abad. Dengan membiarkan diri Anda benar-benar larut dalam pengalaman-pengalaman ini, Anda akan mengembangkan apresiasi yang lebih mendalam terhadap hal-hal yang menjadikannya istimewa. Alih-alih sekadar mengamati tradisi-tradisi tersebut, Anda memiliki waktu dan ruang batin untuk terlibat secara lebih bermakna.

Tersedia banyak aktivitas bernilai yang mendorong pendekatan perjalanan yang lebih santai dan mendalam. Sebagai contoh, berjalan santai di sekitar rumah pertanian pedesaan dapat membantu Anda memahami praktik pertanian lokal. Mengikuti kelas kaligrafi, sesi melukis pernis, atau menghadiri upacara minum teh yang menenangkan juga merupakan pengalaman yang membantu meningkatkan kesadaran penuh. 

Memperlambat ritme perjalanan juga merupakan pilihan bijak untuk mengurangi stres selama bepergian. Alih-alih terburu-buru berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menikmati perjalanan dengan ritme yang lebih santai memungkinkan wisatawan menyerap pengalaman secara lebih utuh dan berinteraksi lebih mendalam dengan lingkungan sekitarnya. Di tempat-tempat yang sarat sejarah dan keindahan seperti Shirakawa-go dan Gokayama, perubahan pendekatan ini hanya akan membawa dampak yang positif.

Destinasi yang wajib dikunjungi di Shirakawa-go dan Gokayama

Siap memaksimalkan kunjungan Anda ke Shirakawa-go dan Gokayama? Destinasi-destinasi yang wajib dikunjungi ini tidak hanya menampilkan contoh terbaik rumah bergaya gassho yang bersejarah, tetapi juga panorama yang memukau serta gambaran kehidupan tradisional.

Desa Ogimachi

Desa Ogimachi

Sebagai daya tarik utama di Shirakawa-go, Ogimachi merupakan kawasan dengan permukiman rumah pertanian bergaya gassho terbesar. Dengan lebih dari 59 bangunan yang dapat dijelajahi, sebagian besar di antaranya berasal dari periode akhir Edo hingga akhir periode Meiji. Terhampar di sepanjang Shō River, rumah-rumah yang memikat ini menciptakan panorama indah saat Anda menjelajahi salah satu desa pedesaan paling ikonis di Jepang.

Apa pun musimnya, Ogimachi selalu tampak bak negeri dongeng. Pada bulan-bulan yang lebih hangat, hamparan rumput hijau, kolam teratai, dan pepohonan yang menjulang membalut rumah-rumah tersebut dalam nuansa kehijauan dengan latar pegunungan yang megah. Sementara itu, salju tebal di musim dingin menghadirkan pengalaman yang sepenuhnya berbeda, namun tetap tak kalah memukau.

Titik Pandang Shiroyama

Titik Pandang Shiroyama

Mendekati rumah-rumah bersejarah ini secara langsung tentu merupakan pengalaman yang istimewa. Namun, Titik Pandang Shiroyama menawarkan kesempatan untuk menikmati perspektif yang berbeda, dengan pemandangan panorama yang menakjubkan. Meski jalur pendakian menuju puncak titik pandang ini tergolong cukup menanjak, waktu tempuhnya hanya sekitar 15 menit hingga mencapai puncak.

Sebagai ganjarannya, Anda akan disuguhi pemandangan tak tertandingi yang membentang ke seluruh desa Shirakawa-go. Di puncaknya juga terdapat sebuah kafe menawan yang menyajikan kopi dan es krim, memungkinkan Anda menikmati sajian menyegarkan sembari mengagumi panorama yang tersaji. Jelajahi sesuai ritme Anda sendiri, baik saat mengunjungi Shirakawa-go pada musim dingin maupun musim panas.

Rumah Wada

Rumah Wada

Dibangun pada akhir periode Edo, Rumah Wada merupakan rumah gassho-zukuri terbesar dan paling terpelihara di Shirakawa-go. Pernah dimiliki oleh keluarga Wada – pemilik lahan terbesar di desa – rumah besar tiga lantai ini melambangkan kekayaan mereka yang signifikan. Saat ini, Rumah Wada dibuka untuk kunjungan wisata, di mana pengunjung dapat mengagumi arsitekturnya sekaligus mempelajari kehidupan pedesaan tradisional.

Meskipun sebagian area rumah masih digunakan sebagai tempat tinggal, pengunjung tetap dapat menjelajahi sejumlah ruangan serta loteng yang luas. Di dalamnya, Anda akan menemukan pameran yang menampilkan peralatan dan perlengkapan autentik yang digunakan dalam pembangunan atap jerami. Sementara itu, benda-benda keseharian seperti peralatan makan dan perlengkapan dapur memberikan gambaran tentang kehidupan di desa sebagai seorang pemilik rumah yang berkecukupan.

Rasakan budaya tradisional Jepang di Shirakawa-go

Ketenangan yang damai nyaris terjamin saat Anda melakukan perjalanan ke Shirakawa-go dan Gokayama. Namun, ada lebih banyak hal yang dapat dilakukan selain sekadar menikmati lanskap alamnya. Dengan beragam kesempatan untuk menjelajahi budaya tradisional Jepang, tambahkan beberapa aktivitas berikut ke dalam panduan perjalanan Shirakawa-go Anda dan susun rencana perjalanan terbaik.

Menginap di rumah pertanian bergaya gassho-zukuri

Menginap di rumah pertanian bergaya gassho-zukuri

Selain merasakan sambutan hangat di rumah pertanian bersejarah bergaya gassho-zukuri, Anda juga berkesempatan untuk bermalam dan menikmati pengalaman yang benar-benar istimewa. Bahkan, banyak rumah pertanian di Shirakawa-go menawarkan akomodasi yang dikelola oleh keluarga, menghadirkan gambaran budaya tradisional Jepang melalui tempat tidur bergaya futon, alas tatami, serta pintu geser shoji. Selain itu, Anda akan berada pada posisi ideal untuk menjelajahi kawasan ini pada pagi dan senja yang tenang.

Mendalami seni dan kerajinan lokal

Mendalami seni dan kerajinan lokal

Mengikuti lokakarya kerajinan lokal merupakan cara lain untuk merasakan keterhubungan yang lebih mendalam dengan sejarah Shirakawa-go. Salah satu tradisi yang paling sarat kisah adalah boneka Sarubobo – figur berwarna-warni tanpa wajah yang dipercaya membawa keberuntungan. Dengan beragam warna yang melambangkan kemakmuran, kesuksesan profesional, kesehatan yang baik, dan lainnya, membuat boneka Sarubobo dapat menjadi suvenir ideal untuk mengenang perjalanan Anda.

Festival musiman

Festival musiman

Shirakawa-go juga menjadi tuan rumah berbagai festival musiman yang memaksimalkan keindahan lanskap yang terus berubah di desa-desa tersembunyi di Jepang. Sebagai contoh, acara Shirakawa-go Winter Light-Up menampilkan jalanan dan rumah-rumah desa yang diterangi cahaya, berpadu indah dengan langit malam. Sementara itu, Festival Doburoku menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk mencicipi doburoku – sake tradisional tanpa penyaringan – yang biasanya berlangsung dari akhir September hingga Oktober.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Shirakawa-go demi pengalaman terbaik

Merencanakan perjalanan ke Shirakawa-go dan Gokayama selalu menarik sepanjang tahun, namun bergantung pada destinasi yang ingin Anda nikmati, menyesuaikan waktu kunjungan dengan musim tertentu dapat menjadi pilihan yang ideal. Berikut hal-hal yang dapat Anda harapkan saat menjelajahi desa-desa pedesaan Jepang ini.

Musim Semi

Musim Semi

Setelah salju musim dingin berlalu, Shirakawa-go dan Gokayama kembali semarak dengan kehijauan yang rimbun, menyelimuti desa-desa serta lanskap di sekitarnya. Tak hanya itu, musim semi juga merupakan musim bunga sakura, dengan mekarnya bunga yang menjadikan kunjungan Anda semakin indah dan fotogenik. Cuaca yang bersahabat turut mengundang beragam acara tradisional, sementara suhu yang sejuk sangat ideal untuk mengikuti tur berjalan kaki.

Musim Panas

Musim Panas

Meskipun Jepang cenderung panas dan lembap pada musim panas, letak dataran tinggi Shirakawa-go membantu menjaga suhu tetap lebih nyaman. Dengan pemandangan yang berada pada puncak kecerahan dan kehijauannya, inilah waktu ideal untuk merencanakan tur berjalan kaki menyusuri komunitas yang tenang ini. Anda dapat menantikan beragam program yang diisi dengan lokakarya serta berbagai acara komunitas.

Musim Gugur

Musim Gugur

Musim gugur merupakan salah satu waktu paling indah untuk mengunjungi Shirakawa-go. Saat lanskap hijau perlahan berganti dengan dedaunan merah, keemasan, dan jingga, perbukitan di sekitarnya menyuguhkan ragam warna yang memikat untuk dinikmati. Anda dapat menyaksikan desa ini bersiap menyambut musim dingin, dengan rumah-rumah yang dilapisi lapisan tebal batang padi dan jerami.

Musim Dingin

Musim Dingin

Meski kondisi udara dingin, musim dingin tetap menjadi salah satu waktu paling populer untuk mengunjungi Shirakawa-go. Dengan rumah-rumah dan perbukitan yang tertutup salju, bak pemandangan dalam dongeng, suasana magis ini meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Selain itu, terdapat berbagai acara musim dingin istimewa yang dapat dinikmati, seperti Silkworm Festival (Festival Ulat Sutra) atau Snow-dyeing Ceremony (Upacara Pewarnaan Kain dengan Salju).

Kiat praktis untuk mengunjungi Shirakawa-go

Kiat praktis untuk mengunjungi Shirakawa-go

Sebelum memulai petualangan ke Shirakawa-go, ada baiknya Anda mempelajari beberapa kiat praktis yang dapat membuat perjalanan semakin optimal. Mulai dari menyiapkan pakaian yang tepat hingga melakukan pemesanan lebih awal, ikuti saran berikut untuk mendapatkan pengalaman perjalanan yang luar biasa.

Pesan lebih awal: Musim ramai seperti musim panas dan musim dingin cenderung menjadi waktu paling populer untuk mengunjungi Shirakawa-go. Jika Anda berencana untuk bermalam di rumah pertanian bergaya gassho, pastikan untuk melakukan pemesanan sejak dini. 

Berpakaian sesuai cuaca: Wilayah dataran tinggi Shirakawa-go dapat mengalami curah salju yang sangat tinggi, sehingga membawa sarung tangan hangat, sepatu bot salju, dan jaket musim dingin merupakan hal yang esensial. Pada musim panas, pakaian ringan sangat penting untuk menghadapi suhu yang lebih hangat.

Bersikap hormat: Shirakawa-go dan Gokayama merupakan desa yang masih dihuni, di mana penduduk setempat menetap di rumah-rumah tersebut sepanjang tahun. Saat berkunjung ke komunitas ini, harap menghormati privasi penduduk serta melepas alas kaki ketika memasuki rumah.

Bawa kembali sampah Anda: Meskipun desa-desa pedesaan Jepang ini populer di kalangan wisatawan, kawasan tersebut tetap merupakan komunitas nyata tempat masyarakat setempat menjalani kehidupan sehari-hari. Karena tempat sampah relatif terbatas, pastikan Anda membawa kembali sampah Anda guna membantu menjaga keindahan kawasan ini.

Cara menuju Shirakawa-go dengan transportasi umum

Cara menuju Shirakawa-go dengan transportasi umum

Meskipun desa-desa di Shirakawa-go dan Gokayama terletak di dataran tinggi yang terpencil, perjalanan dari kota-kota besar seperti Tokyo dan Kyoto tergolong mudah.

Shirakawa-go

Berangkat dari Tokyo: Terbang dari Bandara Internasional Tokyo (Bandara Haneda) ke Bandara Komatsu dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit. Selanjutnya, naik Bus Limosin dari Bandara Komatsu menuju Stasiun Kanazawa, kemudian berganti ke Bus Ekspres dengan tujuan Shirakawa-go. Waktu perjalanan diperkirakan sekitar 2 jam. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan taksi langsung dari bandara menuju Shirakawa-go dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit.

Berangkat dari Nagoya: Naik Bus Gifu dari Meitetsu Bus Center yang terletak di dekat Stasiun Nagoya, dengan tujuan Shirakawa-go. Waktu tempuh perjalanan sekitar 2 jam 45 menit.

Gokayama

Berangkat dari Tokyo: Terbang dari Bandara Internasional Tokyo (Bandara Haneda) ke Bandara Komatsu dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit. Selanjutnya, naik Bus Limosin dari Bandara Komatsu menuju Stasiun Kanazawa. Kemudian, lanjutkan perjalanan dengan layanan Nohi Bus menuju Gokayama. Waktu perjalanan diperkirakan sekitar 2 jam 30 menit. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan taksi dari Bandara Komatsu menuju Gokayama dengan waktu tempuh sekitar 70 menit.

Berangkat dari Nagoya:  Naik bus langsung "Kito Kito Liner" dari Midland Square yang terletak di dekat Stasiun Nagoya. Layanan bus langsung ini akan membawa Anda ke halte bus Gokayama Inter-guchi dalam waktu sekitar 2 jam 30 menit. Dari halte bus, akses ke Desa Suganuma hanya berjarak sekitar 300 meter dengan berjalan kaki.

Rencanakan Perjalanan Anda ke Desa-Desa Tersembunyi di Jepang Sekarang

Siap menjelajahi Situs Warisan Dunia Shirakawa-go? Pesan perjalanan Anda bersama JAL untuk menikmati pengalaman perjalanan tanpa hambatan, sarat budaya tradisional, kuliner istimewa, dan festival yang semarak.

Menuju Lokasi